Kisah Ritno Kurniawan Mempopulerkan Air Terjun Nyarai

"Untuk sampai ke Nyarai, menempuh jarak 5,3 km dengan jalan kaki plus pemandangan lubuk-lubuk di sekitarnya."
Air terjun Nyarai (dok.Ritno Kurniawan)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Jagad media sosial dikejutkan dengan kemunculan sebuah foto di Instagram, pada April 2013. Foto tersebut memotret air terjun yang sangat jernih. Air terjun itu berpadu selaras dengan bebatuan yang menantinya di bawah sehingga membentuk kolam. Dedaunan di sekeliling air terjun melengkapi kesempurnaan itu. Komentar netizen rata-rata memuji dengan sebutan: seperti surga!.

"Surga" itu berada di Nagari Salibutan, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Lokasi yang kemudian populer dengan nama Air Terjun Nyarai berada 20 km dari Kota Padang, ibukota Sumatera Barat. Banyak objek wisata air terjun di Sumbar seperti Air Terjun Lembah Anai, tapi Nyarai menawarkan kelebihan lain.

Kelebihannya, tidak mudah memukan air terjun ini. Ia berada di kawasan Hutan Gamaran Salibutan yang termasuk kawasan Cagar Alam Nasional Bukit Barisan. Butuh perjuangan untuk sampai ke lokasi tersebut: menempuh jarak 5,3 km dengan jalan kaki plus pemandangan lubuk-lubuk di sekitarnya.

"Inilah yang membedakannya dengan objek wisata serupa. Ia masuk kategori objek wisata minat khusus. Untuk sampai kesana kita perlu tracking," ujar Ritno Kurniawan. Ritno merupakan yang pertama kali menemukan dan mempopulerkan objek wisata ini.

Sejak kemunculan objek wisata itu, tutur Ritno, ramai peminat wisatawan berdatangan. Dari dalam dan luar Sumbar. Pernah, pada 2014, pengunjungnya per bulan mencapai 8 ribu orang.

Tantangan mempopulerkan Nyarai

Air Terjun Nyarai "ditemukan" Ritno setelah menamatkan studi di Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia berniat pulang kampung untuk membangun kampung halaman. Tapi masih bingung mau melakukan apa di kampung ... Baca halaman selanjutnya